Menu Islami

Sedikit mengenai BERKAH

Indikator keberkahan harta: hidup jadi lebih tentram, amal meningkat & silaturahim meningkat

Kalau harta meningkat TAPI hati makin resah, amal berkurang & silaturahim berkurang, nah itu indikator ketidakberkahan 

Sesuatu yang tak terlihat, sering dinilai LEBIH BERHARGA. Misal: keberkahan, persahabatan, persaudaraan, nama baik dll

optimisme

Seseorang yg optimis akan melihat adanya kesempatan dlm setiap malapetaka, sedangkn orang pesimis melihat malapetaka dalam setiap kesempata.

"Sahabat yang sejati adalah orang yang dapat berkata benar kepada anda, bukan orang yang hanya membenarkan kata-kata anda".

Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Allah telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya.

Berharap Apa Kita, Saat itu?

Keinginan dan harapan, bukan hanya milik orang-orang yang masih hidup. Keinginan dan harapan juga milik mereka yang telah mati. Jika Rasulullah saw menjelaskan, keinginan orang-orang shalih di alam kubur, adalah kembali ke keluarga untuk menyampaikan berita gembira, maka keinginan orang-orang durhaka juga ingin dikembalikan hidup di dunia. Namun misi yang mereka inginkan di dunia tidak sama. Meski kedua-duanya juga tak bisa memenuhi keinginan dan harapan mereka. Perbedaannya jelas. Orang-orang shalih, sangat gembira dan ingin menyampaikan kegembiraannya kepada keluarganya di dunia. Tapi orang-orang durhaka, justru dalam suasana duka tak terperi hingga ia ingin dikembalikan ke dunia untuk melakukan amal-amal yang bisa memberinya sejumput pahala dari Allah swt. Mereka banyak menyepelekan hak-hak Allah, melewati hidup dalam kesia-siaan dan kelalaian, menunda-nunda taubat sambil berharap agar usianya terus memanjang. Di dalam kuburlah mereka meratapi amalnya dan menangisi apa yang telah lalu. Dan di sana iamenyampaikan harap kepada Allah swt.

“Aku Ingin Memberi Kabar Gembira untuk Keluargaku...”

saudaraku,
Setiap orang pasti punya harapan. Pasti  memiliki keinginan. Tapi harapan dan keinginan setiap orang, mungkin saja berbeda.  Perbedaan itu terkait dengan banyak hal. Bisa karena lingkungan tempat orang itu berada, bisa tergantung pada pola pikir yang terbentuk dalam dirinya, juga bisa karena pengaruh orang-orang yang ada di sekitarnya.
Maka, bila kita ingin menjawab pertanyaan, “Apa yang menjadi cita-cita terbesar kita dalam hidup ini?”,

Agar Kesalahan Menjadi Pintu Kebaikan

Rabi’ bin Hutsaim, seorang tabiin yang terkenal memiliki sikap selalu membersihkan jiwa mengatakan, “Seandainya manusia itu tahu tentang aibnya sendiri niscaya tak ada orang yang akan mencela diri orang lain.” Suatu ketika ia pernah ditanya seorang sahabatnya, “Wahai Abu Yazid –panggilan Rabi’- mengapa engkau tidak pernah mencela orang lain?” Ia menjawab, “Demi Allah, jiwaku saja belum tentu diridhai Allah lalu untuk apa aku mencela orang lain? Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada Allah karena melihat dosa-dosa yang dilakukan oleh orang lain. Tetapi tidak sedikit di antara mereka yang seperti tidak merasakan hal itu dengan dosa yang ia lakukan sendiri.” (Tabaqat Ibnu Sa’ad, 6/168)

Agar Kesalahan Menjadi Pintu Kebaikan


Rabi’ bin Hutsaim, seorang tabiin yang terkenal memiliki sikap selalu membersihkan jiwa mengatakan, “Seandainya manusia itu tahu tentang aibnya sendiri niscaya tak ada orang yang akan mencela diri orang lain.” Suatu ketika ia pernah ditanya seorang sahabatnya, “Wahai Abu Yazid –panggilan Rabi’- mengapa engkau tidak pernah mencela orang lain?” Ia menjawab, “Demi Allah, jiwaku saja belum tentu diridhai Allah lalu untuk apa aku mencela orang lain? Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada Allah karena melihat dosa-dosa yang dilakukan oleh orang lain. Tetapi tidak sedikit di antara mereka yang seperti tidak merasakan hal itu dengan dosa yang ia lakukan sendiri.” (Tabaqat Ibnu Sa’ad, 6/168)

Kemurnian Ajaran Islam

Bismillahi Arrohmaan Arrohiam
Dizaman Sekarang ini, yang Jaraknya cukup Jauh dengan Zaman Rosulullah. Dimana banyak Bercampurnya antara Kebenaran dan Keburukan, Zaman Bercampurnya Sunnah dengan Bid'ah.... Zaman Fitnah.
Zaman yang Menghempaskan Ummat Zaman Sekarang dari Ke Islaman nya........
Namun Zaman ini Juga Sekaligus Sebagai Momentum Untuk Mengembalikan Ummat ini kepada Islam yang Sebenarnya.
Selayaknya Setiap Umat Islam Wajib Mempelajari Semua Ajaran Islam.... Terlebih yang Berhubungan dengan Ibadah Baik Ibadah Fardhu Maupun Ibadah Sunnah.....Selama Jasadnya Masih Bernafas....
Dimana seluruh Ajaran Islam bersumber Pada Al-qur'an dan Sunnah / Hadits Rosulullah dan Tentunya Pandangan Para Ulama Yang Benar Mengenai Permasalah Ummat di Zaman Sekarang.
Sampai Seseorang Merasa Yakin Bahwa Seluruh Ibadahnya Sesuai dengan Tuntunan Allah Dan RosulNya Berdasarkan Ilmu Yang diPelajarinya
Jika Ummat Ini Senantiasa Mempelajari, Mengkaji seluruh Ajaran Islam.
Jika Ummat ini Senantiasa Mengingatkan Saudaranya Akan Ajaran Islam.
Jika Ummat ini Senantiasa Mengajarkan dan Mendakwahkan Ajaran Islam Ini Kepada Setiap Saudaranya..
Insya Allah Kebangkitan Islam Akan Segera Datang..